
“Yang membuatku tetap bertahan hidup sampai sekarang adalah karena aku punya harapan”
Ibarat ada tembok tinggi di depanku. Menurut nalarku, tembok ini terlalu tinggi untuk ku loncati. Bukan berarti aku tidak mencobanya terlebih dahulu, aku bahkan sudah mengukurnya dan memang tinggi. Aku juga sudah mempersiapkan tali untuk membantuku memanjatnya. Tapi aku masih punya keraguanku, kadang-kadang aku pesimis.
Yang kuharapkan, ada seseorang melongokkan kepalanya untuk membantuku menaiki dan melewati tembok dengan tali yang sudah kusiapkan. Akan lebih baik bila tembok itu runtuh sedikit, setengah, atau semuanya.
Kalian tau, oleh-oleh dari perjalanan kita? Setiap hari setiap saat bisa kulihat. Itu yang membuatku bersemangat untuk bisa melewati tembok. Itu yang membuatku tidak bisa lupa, dan itu juga yang memberiku harapan.
Oleh-oleh itu seakan berbicara padaku.. “Jangan pernah menghilang dari kami, apapun yang terjadi”..
Jangan siksa aku, please.. ayo pegang tanganku, mari kita hadapi bersama-sama..